Saling Mengerti

554 Kata
Hal ini membuat Jesica sangat terkejut dan menahan tubuh Jonathan untuk tidak menghantam Alex lagi. “Jonathan??!! What are you doing??!!” tahan Jesica, sementara Alex tidak membalas pukulan itu, dia hanya memegang bekas pukulan Jonathan. “Kalau dia nggak berbuat apa-apa gimana bisa gaun kamu sampai sobek segitunya, hah?” kecam Jonathan. “Ini tersangkut...” “We’re home now!” putus Jonathan menarik tangan Jesica dan membawanya pergi meninggalkan Alex yang kesakitan sendiri karena hantaman Jonathan. Jesica tidak bisa berbuat apa-apa, dia terus digelandang pergi oleh Jonathan, untuk yang pertama kalinya dia benar-benar kasihan melihat Alex saat ini. Sesekali dia menengok kebelakang untuk melihat kondisinya.  Jonathan terlihat sangat marah sekali dengan kejadian yang baru saja dia lihat di jembatan. Mobil yang dibawa begitu berlaju begitu kencang hingga membuat Jesica ketakutan “Jonathan, please...pelanin mobilnya. Kamu salah faham, kejadian itu bukan seperti yang kamu lihat.” Ucap Jesica meyakinkan tetapi Jonathan malah menambah laju mobilnya “Jonathan dengerin aku, aku tadi hampir jatuh ke laut. Dan tidak ada satu orang pun yang tau. Tiba-tiba Alex datang menolong aku, terus barulah kamu datang. Bahkan jika Alex tidak ada disana mungkin sekarang aku sudah jatuh ke laut.” Jelas Jesica sampai dia tidak bisa membendung air matanya lagi. Jonathan belum juga mengurangi lajunya, dan Jesica tidak tahu harus berkata apalagi supaya Jonathan percaya padanya. Barulah dia tersadar kalau di lengan dan lututnya terasa sakit, ketika dia lihat pantas saja lengan kirinya tergores dan kakinya luka-luka. “Jonathan, look. Iam not lying, its a scar on my arm and my knee, look.” Tunjuk Jesica kepada Jonathan. Setelah Jonathan melihatnya barulah dia mulai mengurangi lajunya dan mencari ruas untuk menepi sejenak memeriksa luka Jesica. “Oh, God. Iam sorry, Iam so sorry, dear.” Sesal Jonathan memeriksa luka-luka ditubuh Jesica “Oh, Iam really sorry. Iam supposed to trust you” Jonathan benar-benar sangat menyesal dengan apa yang telah dia berbuat kepada Alex dan begitu marah dengan Jesica, dia hanya bisa memeluk Jesica yang masih terisak-isak “Iam so sorry.” Dekapnya sembari membayangkan seandainya Alex tidak datang tepat waktu mungkin Jesica tidak bersamanya sekarang. “Seharusnya aku bisa lebih jaga kamu, seharusnya aku datang lebih awal, seharusnya aku...” kesal Jonathan pada dirinya yang begitu bodoh. “Kamu sudah percaya sama aku, aku sudah seneng kok.” Sambung Jesica lega karena Jonathan akhirnya percaya dengannya. “Kenapa luka-luka kamu tidak kamu kasih tahu aku sebelumnya?” “Gimana bisa terasa sakit luka ku kalau lihat kamu begitu marah melihat aku sama Alex dalam posisi seperti itu.” Sahut Jesica membuat Alex tersenyum sembari mengecup keningnya. “Iam sorry. Iam really really sorry.” amarah Jonathan yang tadinya membludak kini hilang entah kemana. Sebab melihat goresan-goresan luka yang menghiasi beberapa bagian tubuh Jesica membuat Jonathan kehilangan amarahnya. "Aku juga minta maaf, Jon." ucap Jesica penuh kasih sayang. "seharusnya aku lebih bisa menjaga perasaan kamu. Tentu siapapun akan marah dan salah paham ketika melihat kekasihnya berduaan dengan orang lain. Tapi percayalah, tadi itu benar kecelakaan." jelasnya dengan sepenuh hati, meski tak bisa dipungkiri jauh didalam hati ada sesuatu yang tidak bisa Jesica mengerti saat ini. Jonathan mengecup punggung tangan Jessica. "Terima kasih atas pengertian kamu, sayang..." Jesica pun membalasnya dengan senyuman manis meski didalam hatinya merasa ada yang hilang tapi Jessica belum tahu rasa apa itu.   **************
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN