TENTANG RASA YANG BARU

696 Kata
Selama perjalanan pulang, Jontahan dan Jesica yang duduk di kursi belakang terlihat saling menempel antara yang satub dengan yang lain. Sedangkan Alex yang memegang kemudin hanya bisa diam-diam memperhatikan mereka berdua lewat spion kaca mobil sesekali. Sementara Rega duduk dengan tenang di samping Alex menikmati perjalanan. Saat ini ALex merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan kepada Jessica. Ia merasa ada rasa sesak di d**a pada saat melihat kemesraan Jessica dengan kekasih aslinya. Itu mungkin kenapa ketika Jessica mengaku berpacaran dengan Rega, Alex sama sekali tidak merasakan rasa sakit di d**a. Apakah ini yang dinamakan cemburu? pikir Alex bergelut dengan hatinya sambil fokus memperhatikan laju jalan. Sadar dirinya sedang diintip oleh Alex, Jesica pun kian manja dengan Jonathan memamerkan bahwa Jonathan adalah pria yang tepat untuknya. Muak dengan pemandangan beradu kasih itu, Alex pun mulai bicara. "Apa perlu kita mencari hotel?" singgungnya. Jonathan dan Jessica saling melempar pandang lalu melihat kearah Alex. "Boleh juga." sahut Jessica enteng tanpa berpikir panjang. Sungut Alex pun kian membesar ketika Jessica malah menantangnya. Ia memutar otak mencari cara supaya Jessica dan Jontahan tidak terus melekat seperti itu. "Alex, sepertinya kamu butuh cewek." saran Jontahan mulai merasa ada sesuatu hal yang ditakutkan Jonathan kepada Alex. "Memang kenapa?" tanya Alex. "Karena jika kamu punya pacar, kamu tidak akan punya waktu untuk menganggu pacar orang." tandas Jonathan terang-terangan yang membuat Rega tersenyum geli disana. Alex yang melihat tertawa Rega, langsung menyikutnya tidak terima karena Rega menertawakannya. "s****n lo." "Tapi memang benar begitu kenyataannya." sahut Rega membela diri. Jonthan tersenyum lancip sambil mengecup Jesica. "Jika pacarku mengadukan dirimu setelah ini. Maka kamu akan berhadapan dengan ku." kecam Jonathan dengan nada yang datar. "Jon, asal lo tahu seberapa menjengkelkannya Jesica." "Aku tahu. Jika tidak begitu maka dia tidak akan dijuluki Miss Trouble Maker waktu masih SMA." jelas Jonathan. Alex geleng-geleng kepala. "Bagaimana bisa kamu bertahan dengan cewek kayak dia?" Mendengar hal itu, Jessica pun memukul lengan Alex dengan asal. "Enak aja elo kalau ngomong." protesnya. "Adduh, apaan sih lo!? gue tanya cowok lo, kenapa lo yang sewot?!" sahut Alex. "Sekarang lo harus hati-hati sama gue. Jika tidak, kamu akan berurusan dengan pacar gue langsung. Ngerti." ancam Jessica sok-sok an. Alex berlagak tertawa tetapi berniat mengejek Jessica kemudian berkata. "Jon, sebaiknya kamu lepas Jesica sebelum kamu nantinya menyesal." berusaha menghasut Jonathan, alhasil lengan Alex mendapat tinjuan lagi dari Jesica. "Maaf, Lex. Aku sudah pernah melepasnya sekali. Dan aku tidak akan melepaskannya lagi." jawab bijak Jonathan penuh pendirian. Alex menghela napas. "Sepertinya cewek mu itu beruntung dapet elo, Jon." sahut Alex yang sebenarnya jauh didalam hatinya merasakan sesuatu yang semakin lama malah semakin menyakitkan. "Terus menurit elo, Jon enggak beruntung dapetin gue, gitu??!" lagi-lagi Alex mendapat tinjuan yang kesekian kalinya. "Tuh, kan?!!" Alex mengelus-elus lengan bekas landasan tinju Jessica. "cowok kayak gini masih aja lo pacarin." singgung Alex yang terus saja menggoda Jessica sesuka hati meski ada pacarnya. Rega yang dari tadi diam saja akhirnmya mengeluarkan suara. "Jon, sebaiknya kamu segera nikahin Jessica dan membawa pergi jauh Jessica daripada melihat mereka tidak pernah akur seperti ini. Dimana pun tempatnya, bahkan dalam keadaan terluka di rumah sakit pun mereka tetap bertengkar. Sepertinya tidak ada kata damai diantara mereka. Sama sekali, Tidak." jelas Rega menggelengkan kepala. Jonathan berpikir sejenak dan berusaha berpikir positif bahwa tidak ada hubungan spesial diantara mereka. Jonathan menarik napas lalu berkata. "Bukan kah saudara angkat akan selalu bertengkar?" Rega seketika bertepuk tangan sekali, setuju akan ucapan Jonathan. Sedangkan Alex sendiri hanya membuang senyum sembari berusaha menelaah apa yang sedang terjadi pada dirinya. "Siapa juga yang mau angkat dia? pasti berat." Alex mengalihkan pembicaraan, dan untuk yang kesekian kalinya Alex mendapat tinjuan lagi dari Jessica. "Lo gila ya?! Lo pikir lengan gue baja apa? maen pukul aja lo." tandas Alex harus mengelus-elus lagi lengan bekas pukulan Jesica. "Nah lo, kalau ngomong kagak pernah pakai filter." sahut kesal Jesica. Kemudian Rega dengan rasa iba mengelus-elus lengan Alex sambil berkata. "Sepertinya memang bener, lex. Lo harus segera cari gebetan." Sadar lengannya dielus-elus oleh Rega, seketika Alex membuang kasar tangan Rega. "IIh, najis gue sama elo!" Alex menggidik geli membayangkan hal aneh-aneh. Seluruh orang yang didalam mobil pun tertawa lebar melihat tingkah Alex yang suka sekali menjahili semua orang.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN