Pagi ini hati Jesica sangat bersemangat, ia berdandan di depan cermin dengan mengenakan kemeja berwarna peach dan rok hitam selutut seperti orang kantor pada umumnya. Sebab hari ini Jessica sudah mulai bekerja. Dia berhasil lolos wawancara kerja dan hari ini akan tanda tangan kontrak sebelum akhirnya menjadi staf di salah satu perusahaan ternama.
Untuk itu, hari ini Jessica bangun pagi-pagi sekali menyiapkan segala hal demi kelancaran hari kerja pertamanya. Wajah Jessica sangat bersinar menyaingi matahari pagi. Mama Jessica pun turut bahagia dengan keberhasilan putrinya.
"Jess berangkat dulu, ma." pamit Jessica semangat.
"Hati-hati di jalan sayang. Dan ingat, jangan pulang terlambat." tutur beliau.
"Iya mama. I love you." kemudian Jessica beranjak pergi.
*
Sesampai di gedung perusahaannya, Gladys sudah senyum-senyum sendiri menunggu pintu lift terbuka. Setelah beberapa saat. pintu lift pun terbuka kemudian Jessica segera masuk kedalam menuju lantai kantornya. Pada saat pintu lift akan tertutup rapat tak sengaja ia seperti melihat Alex didepan pintu lift. Tetapi karena pintu lift sudah terlanjur tertutup, Jessica pun tidak bisa memperhatikan lebih jauh lagi apakah itu benar Alex atau hanya orang lain yang hampir memiliki kemiripan dengan Alex. Segera Jessica menepisnya dan kembali fokus dengan pekerjaan yang akan ia terima untuk pertama kalinya.
Sesampai di kantornya, ada seoarang wanita yang bisa dikatakan menjadi senior Jessica, bernama Monica sedang memberi tahu meja kerja Jessica kemudian memberikan beberapa dokumen job deskripsi yang harus Jessica baca dan pahami. Dan dia juga berpesan kepada Jessica.
"Beberapa minggu terakhir ini, sepupu dari direktur kita menjabat sebagai wakil direktur disini. Dan saya mau kamu tidak terpengaruh tentang hal tersebut sebab rumor yang beredar wakil direktur ini seorang pria lajang. Tapi entahlah belum ada yang tahu tentang kebenarannya. Jadi yang penting, kamu jangan sampai ikut-ikut heboh jika melihat wakil direktur kita. Mengerti." Jelas Monica yang kemudian dijawab dengan anggukan kepala oleh Jessica.
"Good." balas Monica. "Selama masa training ini aku akan mengawasi mu secara langsung. Jadi, bekerja lah dengan baik, ok." lanjut Monica tidak main-main.
"Okay." jawab Jessica serius.
*