"Kamu dan segala kenangan Menyatu dalam waktu yang berjalan. Dan aku kini sendirian Menatap dirimu hanya bayangan~ hmmm..hmmm..hmmm..." Anya bersenandung mengikuti lagu yang terdengar dari balik Earphonenya yang di sambung ke ponsel. Ia bersandar di sandaran tembok di luar diskotik. Tak peduli dingin menusuki kulitnya bahkan sampai membuatnya menggigil. Ia melipat tangan kanannya yang ditahan oleh lengan kiri. Sepatu high hill nya mengetuk-ngetuk tanah. Sembari terus bergumam dan sesekali bernyanyi, ia mengingat kepahitan dalam hidupnya. Disaat umurnya yang masih dua puluh dua tahun, ia harus bekerja sebagai pemuas nafsu om om kesepian. Ini bukan pilihan hidupnya. Tapi bagaimana caranya? Ia tak lulus sekolah. Dibuang dari keluarga karena hamil diluar nikah. Anak yang orang anggap

