Abi termenung di tepian jalan di dalam mobilnya setelah panggilan telepon dari Dea terputus. padahal Ia sedang terburu-buru untuk bertemu dengan Anya. tak bisa dipungkiri, walaupun ia tahu yang berteriak itu bukanlah gadis itu melainkan Ami, tapi entah kenapa ia merasa pernyataan tersebut benar-benar berasal dari hati Dea dan Entah kenapa ia yakin jika Gadis itu menyukainya. apa dirinya harus berkolaborasi dengan Ami? Sungguh ini akan menjadi hal gila jika itu sungguh ia lakukan. Teriakan Ami masih terngiang-ngiang di telinga Abhi. bahkan hal itu berhasil membuatnya senyum-senyum sendiri seperti orang Kasmaran. seperti ABG yang baru pertama kali merasakan cinta. Abhi menggaruk tengkuk belakangnya yang tak gatal sama sekali dan setelahnya ia memegang dadanya yang berdegup se

