"Pokoknya kau harus bekerja di kantorku Dea, titik!" suara keras Abhi terdengar di rumah Dea. Dea menatap Abhi kesal. kenapa Abhi jadi posesif seperti ini. "Itu hak ku maudi kantormu atau tidak.." "Tapi kau ingat apa yang nenek tulis?" Haaahh.. sudah dua hari sejak Dea memberikan surat dari nenek Risma pada Abhi, Dea sudah seperti di neraka karena Dea terus diminta Abhi untuk bekerja di kantornya dan menjadikan surat dari nenek sebagai tameng pria tersebut untuk terus mengikat Dea. "Kenapa kau keras kepala? sampai kapan kau jadikan nenek sebagai alasannya Abhi." Kesal Dea. Dea tak terima Abhi terus memaksanya seperti itu. "Aku tak menjadikan nenek Risma sebagai alasannya, aku serius Dea. kau juga dengar permohonanku di hari ulang tahunku kan? kau akan berdosa jika tak mengabulkann

