"Kerja sama dengan investor bali, saham Giant Company, induk perusahaan? Apa ini? aaaaa..gila aku lama-lama.." Dea melempar dokumen-dokumen yang ia pegang. dokumen tersebut pemberian Abhi yang tadi pagi pria itu serahkan padanya. jujur, kepalanya nyaris pecah melihat isi semua dokumen tersebut. semuanya tentang saham. mana paham dia tentang semua ini!. bisa bekerja saja sudah syukur. ini malah dihadapkan dengan saham. "Kenapa Dea?" Dea terlonjak kaget saat mendengar suara Leo dari arah belakangnya. "LEo! Syukurlah kau datang. aku tak paham dengan semua ini.."Keluh Dea pada pria tersebut. Bukannya membantu, Leo justru menertawakan Dea membuat gadis itu semakin kesal. "Jika kau kesini hanya untuk menertawakanku, pergilah!" usir Dea. "Hahaha. kenapa? Apa yang kau pusingkan?" "Apa te

