Joshua masuk ke dalam rumahnya dan langsung naik ke lantai atas. Ia mendekati ruang kerja ayahnya yang pintunya setengah terbuka. Ia menengok dan melihat pria itu duduk di kursi yang ada di tengah ruangan dengan laptop terbuka di atas meja. Ia masuk dan melihat pria itu menengadah dan menatanya. Ia duduk di kursi kosong di depan meja besar itu dan menaruh amplop cokelat yang tadi dititipkan Vanilla. “Apa itu?” Alex bertanya. “Uang yang Papa kirim ke rekening Vanilla.” jawab Joshua, “dia tadi datang ke kantor dan mengembalikannya. Termasuk barang-barang yang aku berikan padanya.” Joshua menunduk dan memilin jari-jarinya. “Kenapa kamu menerimanya?” Alex menyandarkan punggung di sandaran kursi dan menatap Joshua yang tampak murung. “Dia memaksa.” kata Joshua. “Pa… tolong bantu aku kemb

