Alex masuk ke dalam rumahnya dan langsung melihat Joshua di ruang tamu. Laptop terbuka di atas meja dan pria itu tampak fokus dengan layar komputer jinjing di depannya. “Papa darimana saja?” Joshua menengadah saat menyadari orang yang sejak tadi di tunggunya datang. “Jalan-jalan.” Alex menjawab singkat. “Dengan vanilla? Untuk apa?” Joshua mulai mengabaikan layar di depannya dan beralih pada ayahnya yang terlihat santai membuka jasnya dan menyampirkannya di sofa single. Pria itu lalu duduk di depannya dan menatap Joshua yang tampak menunggu jawabannya. “Hanya jalan-jalan.” jawab Alex singkat. Ia melihat Joshua tampak tidak puas dengan jawabannya. “Kamu masih mencintainya?” Alex bertanya meski ia sudah tahu jawabannya, “ingat apa yang sudah kamu lakukan pada Vanilla. Dia membencimu,

