Pagi-pagi sekali, Vanilla sudah rapi. Ia tengah membereskan beberapa barang pribadinya untuk di bawa ke kampus, juga beberapa barang milik Joshua yang akan ia kembalikan kalau ia sudah siap bertemu dengan pria itu. Setelah memasukan semua barang pribadinya ke dalam ransel, ia keluar dari rumah. Ia sedang mengunci pagar saat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya. Ia menoleh dan menatap seorang pria yang berada di balik kemudi. Tak lama, pria itu keluar dan langsung menatapnya. Pria itu mendekat hingga benar-benar berada di depannya. “Saya ingin minta maaf atas ucapan saya kemarin.” Alex menatap Vanilla dengan tatapan penuh penyesalan. “saya tahu kata-kata saya keterlaluan dan pasti sangat melukaimu.” katanya lagi. Vanilla menatap pria di depannya. Mantan suami bibinya. Yang mening

