Saat Vanilla kembali ke ruang tamu, ia membuka sedikit tirai dan melihat Joshua masih ada di beranda rumahnya. Pria itu tengah duduk dan memilin jari-jarinya. Wajahnya terlihat muram. Matahari semakin naik dan panasnya langsung menyorot halaman rumahnya. Ia bisa membayangkan bagaimana panasnya. Joshua duduk menatap ke arah pintu, membelakangi sinar matahari yang semakin menyengat. Ia bisa melihat dahi pria itu berkeringat. Meski kasihan, Vanilla berusaha untuk tidak peduli. Ia tidak pernah meminta pria itu menunggunya di sana. Ia duduk di sofa dan mengeluarkan laptopnya dari laci mejanya. Ia menaruh komputer jinjing itu dan menatapnya sekilas. Haruskah ia mengembalikan benda itu? Juga semua yang telah pria itu berikan? Ya. Ia akan mengembalikan. Semuanya. Ia tahu ia tidak berhak mendapat

