"Saya jauh lebih sederhana dari siapapun yang pernah atau ingin memintamu, tapi perasaan dari Tuhan selalu tidak sederhana. Denganmu saya mempercayai fitrah Tuhan yang tanpa syarat apapun. Jatuh cinta tanpa pernah sadar perbedaan usia, menunggu tanpa pernah bosan, mencintai tanpa pernah merebut milik orang lain. Karena sejatinya, Tuhan telah tamdirkan engkau jauh sebelum saya jatuh cinta," kataku diacara lamaran bulan lalu dan kini kita sibuk saling memandang di depan jepretan kamera, mengenakan seragam doreng dan hijau pupus, saling menggenggam dan meski harus merasa canggung. Aku bersyukur mampu melewati hari-hariku hingga detik ini. Melewati segala pertanyaan, pernyataan, dan telah menerima banyak wejangan. Meski sejujurnya, beberapa hari ini rekan seangkatan membuat perbedaan kita sem

