Mari Kita Tutup Telinga

1438 Kata

Sudah lewat masa tanggap bencana hari ini, Dik. Ah, sebenarnya sedikit aneh memanggilmu begitu. Akan tetapi, harus kubiasakan. Bukankah lebih aneh jika tetap memanggilmu Mbak? Bagaimana jika kamu tetap menganggapku adik selama aku masih memanggilmu dengan Mbak? Sungguh, canggung. Tapi percayalah, ini hal baik yang harus kulakukan. Hari ini aku juga harus meyakinkan ibuku lagi perihal dirimu. Kukatakan semua yang terjadi dan beliau bilang, "Asal kamu bahagia." Meskipun ada sisa ketidakikhlasan di sana. Ibu akan segera menerimamu, seperti aku yang berusaha abai perihal angka lima yang menjadi pembeda. Jujur, aku juga tidak baik-baik saja dengan pilihanku. Tetapi aku harus menjadi baik di hadapanmu agar kamu yakin denganku. Bukan, bukan maksudku aku tidak yakin atas pilihanku. Yang kutakutk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN