Loy melempar kunci mobilnya ke atas, lalu menangkapnya kembali, begitulah yang yang ia lakukan berulang-ulang setelah memerkirkan mobil di depan rumah dan berjalan ke rumah. Ia bahkan bersiul-siul riang menunjukkan bagaimana suasana hatinya yang cukup bagus pagi ini. Seusai mengantarkan Nazeela ke butik, ia segera pulang ke rumah. "Selamat pagi, semua." sapanya pada orang-orang yang berkumpul di meja makan dan sedang menyantap rotinya masing-masing. "Semalam kau tidur di mana, Loy?" tanya ibunya begitu mendengar sapaannya. Loy menghampiri ibunya, lalu memeluk wanita itu dari belakang meski terhalang kursi. Ia juga mencium pipi ibunya sambil tersenyum geli, "Memangnya aku ini masih anak kecil sampai ditanyain seperti itu." "Sedewasa apapun kau, tetaplah anak-anak di mata ibumu." jelas

