Zee membuang muka, tak sanggup menyambut binar penuh harap di mata Jonathan. "Zee," panggil Jonathan, suaranya nyaris pecah. "Apa kau sakit?" Di sisi lain, David menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan. Tatapannya menusuk, mengunci bola mata Jonathan dengan penuh intimidasi. "Ayo Zee, kita tidak punya banyak waktu. Kau harus segera diperiksa," ujar David sembari menarik atensi Zee kembali padanya. Anggukan pelan Zee menjadi pukulan telak bagi Jonathan. Langkah kaki Zee yang mengikuti David seketika membungkam nyali Jonathan untuk mendekat lebih jauh. Zee melangkah masuk ke ruang kesehatan bandara dalam bimbingan David. Namun, tepat di ambang pintu, langkahnya tertahan. Ia menoleh, menatap punggung Jonathan yang kian menjauh menuju area boarding. Ada dorongan kuat di dadany

