Pembatalan Pernikahan

1532 Kata

Alvin menggiring Jonathan masuk ke dalam ruangannya, lalu mengunci pintu dengan bunyi klik yang halus namun terasa final. Jonathan menjatuhkan tubuhnya ke kursi di depan meja kerja Alvin. Mereka kini duduk berhadapan. "Apa sekarang kau mau menceritakan semuanya?" tanya Alvin. Sorot matanya tajam dan menuntut, tidak menyisakan ruang bagi Jonathan untuk berkelit lagi. Sebagai sahabat sekaligus kolega. Jonathan membuang muka, lalu melorotkan posisi duduknya hingga tubuhnya hampir merosot dari kursi. Ia menyandarkan kepalanya di punggung kursi, menatap langit-langit ruangan yang putih pucat dengan mata yang tampak kosong. "Aku bingung... aku tidak tahu harus memulai dari mana, Vin," bisiknya parau. Alvin tidak melepaskan pandangannya. Ia justru mencondongkan tubuh ke depan, melipat kedua ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN