"Apa itu?" tanya Aditya, suaranya kini dipenuhi rasa penasaran yang mendalam. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, mencoba menangkap kilat misterius di mata putranya. Jonathan tidak menjawab secara lisan. Ia langsung merogoh ponsel dari saku jasnya dengan gerakan terburu-buru. Jemarinya menari lincah, menggulir layar dengan cepat hingga cahaya ponsel memantul di wajahnya yang kini tampak sangat fokus. "Di mana ya, aku menyimpannya?" gumam Jonathan lirih, alisnya bertaut mencoba memanggil kembali ingatan tentang lokasi penyimpanan berkas rahasia tersebut. Matanya menyisir setiap folder dengan teliti, sementara jarinya terus bergulir tanpa henti. Ketegangan di ruangan itu seolah membeku sesaat, hingga akhirnya gerakan tangan Jonathan berhenti pada sebuah berkas terenkripsi. "Ini d

