Senjata Terakhir

951 Kata

Rizman tersentak. Wajahnya seketika pucat pasi, kehilangan seluruh rona kehidupan. Di hadapannya kini berdiri dua penyidik dari unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak), didampingi petugas keamanan bandara. "Kami dari Kepolisian Resor. Anda dicegah untuk melakukan perjalanan keluar negeri atas dugaan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga terhadap Saudara Rita," ucap petugas itu sambil menunjukkan tanda pengenal dan surat perintah penangkapan yang baru saja diterbitkan secara kilat. "Ini gila! Kalian tidak punya bukti! Istri saya hanya jatuh!" Rizman berteriak histeris, mencoba melakukan perlawanan terakhir dengan merangsek maju. Namun, dengan sigap kedua polisi itu mencengkeram lengannya, mengunci pergerakannya di tempat. "Jatuh tidak akan membuatnya koma di UGD, Saudara Rizman," balas pen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN