29

1064 Kata

"Tenang saja, aku tidak membencimu. Aku hanya butuh waktu." Mematung, semua orang di ruang tamu mematung. Kecuali Tiara, ya, gadis itu tersenyum puas. Untung saja Ayahnya bisa mengerti dengan cepat, tidak perlu Tiara repot-repot untuk mengatur rencana. Dewi fortuna benar-benar berpihak kepadanya, sekarang, Tiara hanya perlu menunggu hasilnya. Ia sudah tidak memedulikan harta itu, Tiara benar-benar mencintai Rey. Sempat depresi karena ditinggal Rey, Tiara mencari cara baru untuk bisa kembali pada lelaki itu. Apapun itu, namun sepertinya, ia tidak akan pernah bisa mendapatkan lagi lelaki itu. "Nesya! Lo kenapa diem aja? Bilang ke kita, kalo itu semua nggak benar!" pekik Tasya, ia menggoyang-goyangkan bahu Nesya, sedangkan Nesya hanya diam, menatap lantai. "Nesya!" pekik Tasya sekali lag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN