"Kau tahu apa yang paling penting dari sebuah hubungan? Kepercayaan." Rio berlari-lari tergesa-gesa menuju kamar kakaknya, ia sempat mematung saat Tiara masuk ke dalam rumahnya. Begitu sadar, Rio langsung lari. Sampai di depan pintu bercat putih itu, Rio langsung membukanya dengan kasar. Nafasnya tidak teratur, ia mengatur nafasnya sebentar. Nesya dan Tasya yang masih berdebat soal kamar kos-kosan paling kecil yang bisa di masuki 10 ekor kambing itu langsung terkejut karena kehadiran Rio. "Kamu kenapa, by?" tanya Tasya, gadis itu mengampiri Rio yang berada di depan pintu seraya mrngatur nafasnya. Dengan nafas tidak teratur, Rio mengatakan apa yang terjadi. "Itu, anu, ah, si Ti---Ti," Rio berpikir sebentar, ia lupa siapa nama kembaran Nesya. Kesal, Nesya ikut menghampiri Rio. Ia memuk

