"Kamu yang membuat skenario, kamu juga yang terjebak di dalamnya." Tasya kembali ke rumahnya diantar oleh Rio, saat sampai, Tasya bingung, ada seorang gadis berperawakan seperti sahabatnya sedang duduk sambil memeluk lutut di depan terasnya. Tasya menyipitkan matanya, ia meneliti dengan benar gadis itu. Merasa kurang yakin, Tasya menepuk-nepuk lengan Rio. "By, itu di depan teras aku siapa, ya?" tanya Tasya, matanya mengarah pada Nesya yang sedang duduk di depan terasnya. Rio menoleh, dan mengikuti arah pandangannya sesuai dengan yang ditunjuk Tasya. Mata Rio menyipit, ia juga melihat gadis itu, mirip sekali dengan Nesya. "Tapi, masa iya sih, by? Kan barusan dia dianter sama Rey, masih pake seragam, penampilannya rapi. Lah, yang itu, urakan." komentar Rio. Tidak menjawab, Tasya lan

