"Jangan mudah percaya, jika tidak ingin dalam bahaya." Nesya, gadis itu sedang menempelkan telinganya di pintu. Ia berusaha mendengarkan, apakah ada orang atau tidak. Sepuluh menit menempelkan dirinya di sana, Nesya tersenyum puas. Ia mengambil sendok yang di gunakannya untuk makan tadi, berjalan menuju jendela, dan mulai mencongkel paku itu satu persatu. Baru beberapa paku, Nesya sudah kelelahan. Karena sedikit berkarat, paku itu lebih sulit untuk di congkel. Ia menghitung jumlah paku yang belum di congkel. "Sepuluh?!" Pekiknya, ia baru mencabut lima dari lima belas paku yang ada. Dengan berat hati, sisa sedikit tenaga, dan juga tekat untuk menyelamatkan Bundanya, Nesya mencongkeli lagi paku-paku itu. "Ini paku mau gue simpen, pas gue bebas, gue pakuin ke kepalanya Tiara sama Angel!

