Tiga Puluh Satu

1592 Kata

"Apa!!!"teriak Runa. Ia yang tadinya duduk di samping Irsyad kini menjauhi suaminya, karena ucapan Irsyad begitu mengejutkannya. "Ka-mu seriusan?" Tanyanya. "Iya, serius," sahut Irsyad, ia masih dalam posisi yang sama -duduk bersandar pada punggung sofa dengan lengan yang menutupi mata- sejak pulang dari rumah sakit.  Runa masih terdiam, wajahnya memandang Irsyad tak percaya. "Tapi 'kan kamu masih sakit, masa kita mau liburan," ucap Runa, ia lalu mendekati Irsyad, melihat bagian kepala Irsyad yang di tutupi perban. "Tadi berapa jahitan, Yah?" Tanyanya.  "Lima," jawab Irsyad. "Seminggu lagi aku kontrol, kalau kata dokter enggak ada masalah, kita langsung berangkat, ke bali aja yang dekat, yang penting kita refreshing," ucap Irsyad, lelaki ini benar-benar ingin menyegarkan pikirannya, mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN