Kecipak air membuat tidur Irsyad terganggu. Kelopak matanya perlahan terangkat menampilkan iris hitamnya. Tangannya bergerak ke sisi ranjang lain, harusnya di sana ada Runa yang tertidur bersamanya, namun saat lelaki itu membuka matanya sang istri tak ada disana, yang tersisa hanya bantal dan selimut saja. Irsyad mengerjapkan matanya beberapa kali, cahaya matahari yang menembus dinding kaca membuat matanya memerlukan penyesuaian dari gelap ke terang. Senyumnya merekah ketika melihat seseorang duduk di pinggir kolam renang kecil tepat di depan kamarnya. Lelaki yang bertelanjang d**a dan mengenakan boxer hitam itu berjalan menuju ke luar kamar berdiri dengan tubuh bersandar pada pintu kaca dengan kedua tangan terlipat di atas dadanya. Pandangannya tak lepas dari tubuh sang istri yang memame

