Irsyad tersenyum mendapati anak perempuannya yang berada di kamar mandi dengan handuk pink yang membalut tubuh mungil itu. Tangannya yang terlipat diatas d**a memperhatikan si kecil yang tengah mematut diri di depan cermin sambil melantunkan lagu yang Irsyad tak tahu judulnya. Ia hanya tahu Runa lah yang mencekoki anaknya dengan lagu berbahasa korea itu. "Hey mama... ijen nege jidode... nana onjena ope... hey Mama nana nana nanana nana... hey mama hey mama eyoooo, em sori mamaaa," pekik Akia. Irsyad yang bersandar di daun pintu tertawa melihat anaknya, entah menuruni siapa Akia bisa secentil itu. Mendengar suara tawa Akia menoleh dan menunjukkan cengiran ke arah sang Ayah. "Nyanyi dong Ayah," ajaknya. Irsyad menggeleng. "Kakak aja, Ayah mau dengar suara bagusnya Kakak," sahutnya. "

