Tiga Puluh Delapan

1426 Kata

Irsyad tersenyum mendapati anak perempuannya yang berada di kamar mandi dengan handuk pink yang membalut tubuh mungil itu. Tangannya yang terlipat diatas d**a memperhatikan si kecil yang tengah mematut diri di depan cermin sambil melantunkan lagu yang Irsyad tak tahu judulnya. Ia hanya tahu Runa lah yang mencekoki anaknya dengan lagu berbahasa korea itu. "Hey mama... ijen nege jidode... nana onjena ope... hey Mama nana nana  nanana nana... hey mama hey mama eyoooo, em sori mamaaa," pekik Akia.  Irsyad yang bersandar di daun pintu tertawa melihat anaknya, entah menuruni siapa Akia bisa secentil itu. Mendengar suara tawa Akia menoleh dan menunjukkan cengiran ke arah sang Ayah. "Nyanyi dong Ayah," ajaknya.  Irsyad menggeleng. "Kakak aja, Ayah mau dengar suara bagusnya Kakak," sahutnya.  "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN