Tiga Puluh Sembilan

1120 Kata

Keluarga kecil Irsyad duduk di salah satu kursi yang disediakan toko roti milik Helena. Helena yang berhasil membujuk Ina untuk bekerjasama  akhirnya membangun toko ini delapan bulan yang lalu.  “Jadi ada apa gerangan yang membuat mantan bosku berkunjung kesini?” tanya Helena yang membawa nampan berisi es krim coklat, tiga cangkir coklat hangat dan beberapa roti. “Kebetulan lewat, Kakak mau beli coklat sekalian kita jalan-jalan,” jawab Irsyad yang langsung menyesap coklat hangatnya. “Sekalian Mbak, mau ngasih tau, minggu depan main ya ke rumah,” sambung Runa.  Helena menatap Runa penuh selidik. “Mau ada acara apa?” tanya Helena.  “Enggak ada apa-apa, kumpul-kumpul aja, makan-makan, bumil ‘kan suka kalau ada acara makan-makannya, bisa puas kamu, El,” sahut Irsyad.  “Ngeledek banget si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN