Dua puluh

1786 Kata

“Enggak di jahit ‘kan,” ucap Runa meledek Irsyad. Keduanya baru saja keluar dari rumah sakit setelah memeriksakan kondisi Irsyad. Untungnya tak ada luka serius pada lelaki berkumis itu.  Irsyad terkekeh malu, lelaki yang menggendong anak perempuannya itu berjalan beriringan dengan Runa ke bagian farmasi untuk menebus resep obat.  “Tunggu ya, Yah,” ucap Runa yang berjalan meninggalkan Irsyad menuju petugas farmasi untuk menyerahkan kertas resep.  Irsyad mengambil tempat duduk di ruang tunggu. Ia memangku gadis kecilnya yang tertidur. Bibirnya tersenyum melihat betapa nyenyaknya Akia tidur di pangkuannya. Dasar Ayah jahil, ia mulai mengganggu anaknya dengan menjawili dagu Akia , sesekali ia mencoleki hidung atau pipi Akia membuat Akia terganggu. Sudut bibir bayi delapan bulan itu sesekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN