Dua puluh satu

321 Kata

“Katanya dia di suruh kamu, ambil berkas yang ketinggalan, tapi aku cari di meja kerja kamu enggak ada apa-apa, enggak lama dia dapat telepon dari kamu, bilang berkasnya ada di mobil. Kamu tuh suka banget ngerjain....” Kalimat-kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Runa tak lagi di simak oleh Irsyad. Otaknya sibuk bekerja memikirkan kejadian-kejadian kemarin yang sebenarnya ia ingat dengan sangat jelas. Ia tak pernah menyuruh Dito ke rumahnya. Lalu, untuk apa lelaki berkepala plontos itu datang ke rumahnya saat dirinya tak ada. Apakah kecurigaannya benar?  “Run, waktu itu dia ngapain aja kesini?” tanya Irsyad.  “Emmm... setelah dapat telepon dari kamu, dia numpang ke kamar mandi,” jawab Runa  “Terus?”  Runa tampak berpikir, mengingat peristiwa yang terjadi kemarin. “Karena dia dat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN