“Kamu ngomong apa barusan?” tanya Irsyad. Suaranya terdengar tak bersahabat. Matanya yang menatap tajam ke arah Runa sudah sangat jelas mengatakan ia tak suka dengan ucapan Runa barusan. “Lupain aja,” ucap Runa sambi berdiri dan meninggalkan Irsyad membawa lap dan tempat sampah. “Runa,” panggil Irsyad yang berdiri berlawanan arah dengan Runa. “Maafkan aku,” lanjutnya. “Kamu terlalu sering meminta maaf, tapi kamu enggak pernah berusaha mengendalikan diri untuk enggak mengatakan hal kasar ke aku, Syad. Aku tahu aku salah, tapi apa kamu harus menuduh aku seperti tadi-,” ucap Runa. BIbir Runa bergetar, kalimatnya terputus karena tengah berusaha menahan laju emosi di dadanya yang siap meledak. “A-aku eng-gak pernah se-kalipun berpikir untuk selingkuh, Irsyad, enggak per-nah,” ucap Runa

