"Ini nih, alasan kita lebih baik pakai satu mobil aja," ucap Angga yang mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah orangtua Revan. Di mobil ini, hanya Angga dan Clara yang seratus persen sadar. Lidya sudah memejamkan matanya di kursi depan, tentunya kursi yang wanita itu duduki sudah dibuat senyaman mungkin, juga tidak lupa memasang sabuk pengamannya. Sedangkan Clara, duduk bersama Revan yang mabuk berat di kursi belakang. Revan bahkan sudah membuka jasnya, kemejanya pun sangat berantakan. "Aku ngerti Lidya mabuk, tapi pria yang satu ini nih ... dia bahkan dengan penuh percaya diri bilang nggak akan mabuk. Sekarang lihat?" kata Clara sambil sesekali menyingkirkan kepala Revan dari pundaknya. "Mereka memang sering seperti ini, Cla." "Hah? Terus gimana cara kamu ngurusin dua orang m

