Merasa Revan memeluknya sangat erat, Clara langsung tersadar. "Revan, please lepasin. Kamu mau ngapain?" Meskipun tubuhnya merasa nyaman, tapi kesadaran Clara tidak boleh lengah. "Apa aku udah pernah bilang, kalau kamu cantik?" balas Revan pelan, tapi dengan posisi seperti itu, Clara bisa mendengarnya dengan jelas. Sangat jelas. "Kamu makin melantur, Revan. Lepasin selagi aku masih ngomong dengan cara baik-baik." "Aku serius. Kamu cantik banget, Cla." "Terus kenapa kalau cantik? Ya Tuhan ... kamu mabuk, Revan. Lepasin!" Kali ini Clara berusaha melepaskan diri, tapi rasanya sulit karena pelukan Revan begitu erat. "Aku suka kamu. Ini serius." Clara tidak langsung menjawab, tapi detak jantungnya semakin cepat. Lebih cepat dari saat mereka berdansa tadi. Ia tidak pernah membayangkan Rev

