Di sebuah ruangan kerja yang juga difungsikan sebagai ruangan pribadi terdapat seorang pria paruh baya yang tengah duduk di kursi kebesarannya. Jendela-jendela ruangan yang sengaja dibuka dengan lebar agar angin sore dapat masuk dengan leluasa tanpa sungkan. Fatih menatap layar laptopnya dengan serius, layar itu menampilkan dua orang manusia yang sangat dikenalnya. Dalam layar terlihat Alfath yang menggendong Melisa menuju lantas atas hingga masuk ke dalam kamar. Kamera pengawas yang dipasang dalam jumlah banyak membuat Fatih dapat melihat semua gerak-gerik anak dan menantunya dengan jelas. Kecuali aktivitas di dalam kamar mereka, Fatih menghargai privasi keduanya. Lagi pula, akan sangat tidak sopan dan tidak wajar jika ia juga memasang kamera pengawas di bagian kamar pribadi anak dan me

