Seperti matahari yang tak pernah terlambat menyinari dunia, memberikan pagi pada sebagian penduduk bumi. Melisa sudah rapi dengan pakaian khas pengajar yang melekat di tubuhnya. Ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap mengingat jika ia tidak menempati kamar ini sendiri, ada juga Alfath di dalamnya. Alfath yang juga sudah terbangun dari tidur panjangnya tengah duduk di atas sofa dengan wajah yang sangat lucu, seperti orang yang baru terbangun dari tidurnya. Rambutnya acak-acakan dengan kaus oblong yang sudah kusut dan menyerap banyak keringatnya semalam. Mengucek matanya sebelum kemudian bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi. Alfath akan segera bersiap walau matahari masih malu-malu memunculkan bulatannya. Alfath melewati tubuh segar Melisa begitu saja tanpa berniat memandang d

