Tidak ada percakapan berarti selama perjalanan menuju rumah Najihan. Baik Alfath ataupun Najihan sendiri keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Terlebih Najihan, ketika Alfath membawanya pulang tadi Najihan tidak sempat melihat keberadaan Fatih. Namun, Najihan merasa yakin jika kekasih ke-duanya tersebut pasti melihat dirinya. Karena seharusnya pria itu menunggunya. Tetapi, karena pria itu melihat keberadaan Alfath maka pria itu langsung bersembunyi. Najihan merasa yakin akan hal tersebut, tetapi tetap saja ia merasa belum tenang. Apakah Fatih akan marah padanya nanti? Ingin rasanya Najihan menghubungi Fatih sekarang juga, tapi ia tidak berani untuk melakukannya karena takut ketahuan oleh Alfath. Bisa saja sekarang ia mengirimkan pesan singkat kepada Fatih, tapi bagaimana jika nant

