Tidak ada sudut di supermarket yang tidak didatangi oleh Alfath. Ia sudah kelimpungan sendiri mencari keberadaan Melisa yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Alfath terdiam di depan sebuah rak yang menyajikan berbagai jenis minuman kemasan botol. Menarik dan menghembuskan napas dengan panjang, Alfath menatap sekitar dengan jeli untuk dapat menemukan sosok istrinya. Namun, dari banyaknya pengunjung yang ada di sini tidak satu pun dari mereka yang menyerupai istrinya. Alfath merogoh ponsel dan menyalakan layarnya untuk mengetahui jam. Ternyata sudah cukup malam, delapan menit menjelang pukul sembilan malam. Akhirnya Alfath berjalan menuju kasir, ia akan menanyakan keberadaan terakhir Melisa di supermarket ini. Walaupun Alfath juga ragu jika kasir akan mengingat Melisa karena peng

