Rumah Baru

2104 Kata

Untuk pertama kalinya Melisa menginjakkan kaki di sebuah rumah yang diberikan oleh Fatih sebagai hadiah pernikahan antara dirinya dan Alfath. Rumah ini tidak begitu besar namun tak layak untukmu dikatakan kecil. Cat yang digunakan untuk mewarnai dinding berwarna putih dengan garis-garis berwarna coklat di bagian bawah. Pintu dicat dengan warna putih tulang, begitu juga dengan jendela. Sejauh mata memandang, Melisa menyukai semuanya. Bentuk rumahnya, warnanya, ukuran, dan juga perabotan yang sudah tersedia. Menurut Melisa semuanya pas dan tidak berlebih ataupun berkekurangan. Ternyata Fatih pandai dalam memilih—terbukti dari semua yang ada kini, Melisa yakin jika ayah mertuanya itu yang telah mengurus ini semua. Melisa menoleh ke belakang di mana suaminya berdiri. Alfath juga melihat se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN