Canggung. Satu kata yang menggambarkan suasana di dalam ruangan yang dulunya ditinggali sendirian oleh Melisa. Tidak pernah ada yang menginap di dalamnya, tapi kini seorang pria akan bermalam bersamanya. Jendela kamar terbuka lebar, membiarkan cahaya sore masuk dan menghantarkan rasa hangat yang samar-samar dirasa oleh kulit. Masih lengkap dengan penampilan khas pengantin, Melisa duduk di bibir ranjang tak berani untuk melakukan apa-apa. Bahkan ia merasa malu untuk beranjak ke kamar mandi, padahal sejak tadi ia sudah merasa tidak betah akan pakaian dan riasan wajah yang dikenakan olehnya. Masih di ruangan yang sama, Alfath duduk di sofa yang menghadap langsung ke ranjang. Ia memejamkan matanya karena malu untuk membuka setelah pura-pura tidur saat baru memasuki kamar seorang wanita.

