“Bye! Hati-hati di jalan!” teriak Najihan melepas kepergian dua sahabatnya yang dibawa oleh dua taksi yang berbeda. Najihan menghela napas setelahnya, ia baru saja melepas satu bedaknya untuk Sri dan melepas satu gaun tidur barunya kepada Raisa. Sri itu tidak pernah mau pulang dalam keadaan tangan kosong. Rumah siapa pun yang dikunjungi olehnya maka biasanya akan selalu ada benda yang ia pinta. Berbeda dengan Raisa, baru kali ini ia berani meminta sesuatu. Dan hal tersebut pasti dilakukan untuk menghibur dirinya sendiri yang frustrasi karena tidak bisa menyelesaikan film kesukaannya. Kini Najihan kembali masuk ke rumahnya karena ia harus bersiap-siap. Tepat lima belas menit ke depan atau jam tujuh malam ia memiliki janji temu dengan salah satu kekasihnya. Tentu saja kekasih yang dimaks

