Menjelang malam hari, Sri dan Raisa masih betah untuk berada di dalam kamar Najihan. Mereka berdua memang memutuskan untuk berkunjung ke rumah Najihan sepulang sekolah. Bahkan seragam masih melekat di tubuh mereka masing-masing. Berbeda dengan Ulfa yang memilih untuk tidak ikut, karena ingin segera berbaring di kasur miliknya pribadi—katanya. Najihan sendiri baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah berganti menjadi piama tidur. Gadis pintar itu memang tidak merasa terganggu dengan keberadaan kedua sahabatnya. Maksudnya adalah, ia tidak merasa canggung untuk melakukan apa pun walau di kamarnya ada Raisa dan Sri. Lagi pula, keduanya tidak bersikap layaknya bagaikan tamu. Mereka lebih terlihat seperti pemilik kamar ini. Contohnya, Raisa yang telungkup di atas kasur sera

