Melisa memakan makanan yang dipesannya dengan malas. Betapa tidak, kali ini yang mengangguk jam makan siangnya bukan hanya Bandi saja, melainkan seluruh pelajar yang sedang menikmati waktu istirahat mereka di kantin. Mereka memang tidak mengerubungi mejanya, hanya saja Melisa menyadari jika setiap pelajar yang dan di kantin terus menatap ke arahnya dengan tatapan yang bermacam-macam. Belum lagi percakapan mereka saat belum menyadari jika Melisa berada di kantin sangat mengganggu. Ya, mereka membicarakan mengenai kabar kedekatan Melisa dengan Bandi yang disandingkan dengan kabar kedekatan Melisa bersama Alfath yang sejak pagi berembus. Dan karna dua berita itu disandingkan Melisa jadi merasa seolah dirinya adalah guru muda yang kecentilan dan pandai mempermainkan pria. Sungguh! Melisa tid

