Najihan sedang bosan karena sejak tadi hanya berdiam diri memerhatikan Fatih yang sibuk dengan laptop di meja kerjanya. Kecemburuannya pada Alfath dan Melisa membuatnya dengan nekat meminta pada Ivan agar mengantarkannya ke perusahaan Fatih sepulang sekolah. Najihan tidak takut jika mungkin saja Alfath datang menemui ayahnya, karena selama ia mengenal Alfath dan juga selama mengenal Fatih, tidak sekalipun Najihan mendengar jika Alfath mengunjungi ayahnya ke kantor. Namun ternyata, menemui Fatih sama sekali tidak memperbaiki keadaan hatinya. Justru ia bertambah kesal karena Fatih mendiamkannya dan terus fokus pada pekerjaannya. Najihan menghembuskan napasnya kasar, sangat tahu jika seharusnya ia memahami Fatih yang merupakan seorang pengusaha besar. Wajar saja jika pria sangat sibuk bekerj

