Permintaan Maaf

1043 Kata

Malam terasa lebih hening walau memang biasanya pun tak ramai. Alfath dan Melisa sama-sama tak banyak bicara. Setelah makan malam selesai dilaksanakan, Melisa memilih untuk mengubur dirinya di dalam selimut merah berbahan dasar bulu. Bukan karena dingin, bukan karena ia yang ingin segera terlelap. Melisa hanya ingin menghindari percakapan dengan suaminya. Alfath sendiri masih terdiam, duduk di sofa dengan tangan yang tak memegang apa pun. Termasuk ponsel, ia sengaja menyimpan benda persegi panjang tersebut di ruang utama karena tak ingin ada dering yang mengganggu. Apalagi jika dering tersebut disebabkan oleh Najihan yang berpotensi akan menambah dingin hubungannya dengan Melisa malam ini. Alfath merutuki kebodohannya yang dengan tega mengatakan semua yang terjadi pada Melisa. Ia tidak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN