Meresapi Rasa

2019 Kata

Di tengah gelapnya malam, dalam lautan kesunyian dan menyisakan detak jarum jam yang terdengar beraturan dan nyaring di telinga. Alfath termenung, jatuh dalam lamunan yang ia ciptakan sendiri. Tubuhnya yang tergolek di atas sofa dengan kaki yang menggantung ke lantai karena panjangnya sofa tidak dapat menampung seluruh tubuhnya. Langit-langit yang menjadi objek tatapan matanya, tidak menarik untuk terus dipandangi, tetapi kepolosan yang tertera sangat mendukung suasananya untuk larut dalam pemikiran. Lantas Alfath menoleh pada tubuh indah seorang wanita yang terlelap di atas kasur. Kebetulan sekali Melisa mengarahkan tubuhnya ke arah sofa, tepatnya ke arah Alfath. Wajah lelapnya yang polos tanpa polesan apa pun menimbulkan sedikit getaran menyenangkan di hati Alfath. Alfath tidak bisa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN