Duapuluh enam

1998 Kata

Happy reading, guys! -D e m i K i a n- Kinan menatap bubur dalam mangkok yang sudah sangat lembek tersebut. Selain dari penampilan bubur yang sudah berhasil membuat Kinan malas untuk menyantapnya, bubur tersebut juga sudah dingin. Ia mengaduk buburnya dengan raut wajah masam, sedetik kemudian Kinan meletakkan sendok yang ia pegang ke dalam mangkok dengan malas. Alhasil, Kinan memilih untuk meneguk setengah s**u vanila yang tersisa. "Kakak!" suara Kian lantang memanggil Kinan. Kinan buru-buru menelan tegukan terakhir dalam mulutnya. Lantas gadis itu buru-buru berdiri untuk menghampiri Kian sambil meletakkan alat makannya yang kotor di dapur. "Apaan, sih, Kian?" teriak Kinan membalas setelah s**u dalam mulutnya sudah ditelan sempurna. Sementara itu seseorang di balik kegelapan terseny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN