Duapuluh lima

651 Kata

Happy reading, and enjoy guys!  -D e m i K i a n- Luruh. Gadis itu bersembunyi di balik dinding dapur. Tubuhnya bergetar menahan tangis yang tertahan. Kedua tangannya menutup mulutnya sendiri kuat-kuat demi menekan tangis yang hampir pecah. Kinan tidak ingin Kian tahu bahwa ia menangis. Kinan tidak ingin adiknya tahu tentang betapa rapuhnya dirinya saat ini. Yang Kinan takutkan jika nanti Kian mulai bertanya ada apa dengan tangis Kinan. Saat itu juga Kinan tidak tau harus berkata sebab apa dirinya terluka. Untuk detik ini. Untuk waktu ini. Untuk masa ini. Ia berharap agar dirinya saja yang hancur tidak tertolong. Namun, tidak untuk adiknya. Ia berharap setelah kehancurannya akan mampu ia bangun lagi benteng-benteng rapuh yang membuatnya terlihat tegar. Ia berharap luka-lukanya tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN