Di tempat lain Rey tertawa puas dengan pertunangan yang terjadi. Tergeletak beberapa botol vodka menemaninya. Akhirnya sebentar lagi ia akan menuntaskan dendam seperti rencana yang telah dia susun dengan baik. "Apa yang kau lakukan?" tegur Fajar yang mendarat duduk dihadapan Rey yang telah menyesap minuman begitu nikmat. "Kenapa pi?" Rey tertawa puas. "Bukankah ini juga yang papi inginkan." Fajar masih merasa ada yang tidak beres dengan pertunangan Rey dan Nina, apalagi dapat ia lihat Nina seolah tidak menginginkannya seperti hari sebelumnya. "Kau harusnya tidak gampang puas, kalian belum menikah. Dendam kita belum terbalas. Ingat tujuanmu Nina dan tujuan papi melihat kehancuran Bayu." Rey menyandarkan tubuhnya dengan santai, ia sudah memiliki rencana sendiri. Sekarang Nina telah men

