Bab 41

1618 Kata

Nina berteriak dalam mimpinya. Wanita itu terbangun dengan keringat bercucuran di dahinya. Dadanya mendadak sakit ibarat ada yang meremas tak tersisa. "Kenapa aku bisa mimpi buruk, Aldio gak mungkin tinggalin aku." Napas Nina terhengap seolah ada yang menyumbatnya. "Sayang.. Kamu kenapa?" Bayu datang menghampiri putrinya membuat Nina menunjukan wajah cemas. "Ayah.." Bayu duduk tepian ranjang Nina sambil mengelap keringat putrinya. "Kenapa ayah belum tidur?" tanya Nina yang dapat melihat sorotan mata Bayu begitu dalam padanya, seolah ada sesuatu yang ingin Bayu sampaikan. "Ayah belum mengantuk, kamu sendiri kenapa teriak?" ujar Bayu. Nina menggigit bagian bawah bibirnya, ia bingung harus bilang apa. Tidak mungkin juga dia mengatakan baru saja memimpikan Aldio yang seperti pamitan de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN