Bab 40

1732 Kata

Kini Aldio sudah berada di rumah sakit, pria itu tengah diperiksa oleh dokter. Donny, Bryan, Stefi serta Dini putri kecilnya menunggu Aldio. "Om Donny, papah Dini gak papa kan." Donny mengulaskan senyum palsu kepada gadis kecil itu. Lagi-lagi dia harus mengarang cerita agar Dini tidak merengek berlebihan. "Sayang, papah Dini itu kuat, habis periksa dokter pasti langsung sembuh." Dini tersenyum lebar, bahkan melonjak memberikan ciuman pipi kepada Donny. "Hore.. Dini bisa main lagi sama papah." Bryan merasakan perih hatinya, sebagai ayah kandungnya Dini lebih mencintai Aldio daripada dirinya. "Dini jangan sedih lagi ya. Hemm.. Gimana kalau sekarang Dini temani om Bryan cari makan, yuk." Dini menggeleng. Dia lebih senang menunggu Aldio bersama Donny dibanding bersama Bryan. "Gak mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN