Aldio masih bergantungan, ia sesekali melihat Dini yang tertidur dari kamar lain. Pria itu tak masalah mendapatkan banyak pukulan di tubuh, baginya keselamatan Dini lebih penting. Bryan menatap iba pada Aldio yang telah tak berdaya. "Cukup Shella! Hentikan!" pria itu mencekal tangan Shella, lalu membuang tongkat yang Shella gunakan sedari tadi memukul Aldio. "Apa yang kau lakukan?" ucap Shella sarkas sembari menatap sinis Bryan. "Atau kau ingin anakmu yang aku siksa." Tambahnya. "Jangan! Aku mohon jangan, kau boleh memukulku sepuasnya tapi jangan sakiti Dini." Suara Aldio terdengar parau, matanya juga tampak sendu menahan sakit seluruh tubuhnya. "Bry, lebih baik lo temani Dini tidur disana, kasian Dini pasti kesepian. Gue gak papa." Aldio berkata seperti itu, lantaran ia tak mau Brya

