Bab 18

1808 Kata

Nina membanting tubuhnya di ranjang dengan terisak tangis yang pilu. Ia benci keadaan seperti ini, wanita itu berbaring telungkup. Rasanya ia ingin kabur pergi jauh bersama Aldio. Nina bingung kenapa ayahnya bersih keras ingin dia bersama Rey. Apa yang Rey manfaatkan dari ayahnya? "Hiks.. Gua nggak akan maafkan Rey yang udah mencuci otak ayah." Geram Nina sendiri. Semilir angin luar jendela terasa, ia bangkit melihat mobil Aldio yang masih berada disana. Ingin sekali Nina memeluk suaminya. Ting.. Nina mengambil suara ponselnya di nakas, ia melirik pesan dari Aldio. Dengan cekatan Nina membukanya. Aldio Sayang.. Semuanya baik-baik aja, kan. Kamu kelihatan nggak sedih. Ada masalah? Walaupun tidak memberitahu Aldio, pria itu bisa menebak setiap Nina tengah kesal, sedih, bahkan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN